Objek Wisata Sejarah Makam Jayaprana & Layonsari | Kisah Cinta yang Berakhir Tragis

  • Share

Bagi kalangan warga Hindu, makam Jayaprana tidak asing lagi, karena tempat ini sebagai salah satu objek wisata sejarah di Bali dengan kisah percintaan yang berakhir tragis pasangan Nyoman Jayaprana dan Ni Layonsari. Kisah romantis yang melegenda ini seperti kisah Romeo – Juliet di Eropa dan Sampek – Engthai di Negeri China. Warga Hindu banyak datang ke sini untuk melakukan ziarah, bahkan tak jarang terlihat wisatawan datang untuk mengetahui lebih dekat mengenai keberadaan makam tersebut.

Seperti diketahui kawasan Bali Utara memang terdapat sejumlah pura penting yang menjadi tujuan persembahyangan atau Tirtayatra bagi umat Hindu, diantaranya pura Pulaki, Melanting, Ponjok Batu, sejumlah pura di pulau Menjangan yang bisa dikemas dengan Makam Jayaprana sebagai tempat wisata ziarah.

Makam Jayaprana ini dibuatkan sebuah pura, berada di atas bukit, menyuguhkan pemandangan laut Teluk Terima, semilir angin yang berhembus antara pohon-pohon tropis membuat tubuh terasa segar, setelah berjalan ratusan meter dari jalan raya. Para pengunjung banyak berdatangan dengan tujuan melakukan persembahyangan pada saat bulan purnama, tilem (bulan mati) dan juga hari-hari besar lainnya seperti saat hari raya Galungan dan Kuningan. Juga menjadi tujuan wisata tour dengan panorama indah.

Informasi Umum

Mitos Wisata Makam Jayaprana, Dilarang Dilewati Pengantin, Begini Solusinya

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Balimemiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota Buleleng tidak mengunjungi Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan kamu, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari libur lainnya. Keindahan Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali ini sangatlah baik bagi kamu semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di kota Buleleng.

Kisah Legendaris cinta Jayaprana berakhir tragis

Bali - Indonesia

Dikisahkan pasangan suami istri di Desa Kalianget memiliki 2 anak laki-laki dan satu perempuan, karena adanya wabah penyakit menimpa desa tersebut, empat orang keluarga tersebut meninggal, dan hanya tersisa 1 anak laki-laki paling bungsu bernama I Nyoman Jayaprana. Menjadi seorang anak yatim piatu, Jayaprana kecil memberanikan diri untuk datang dan mengabdi ke istana. Dia sangat rajin sehingga raja Kalianget sangat mengasihinya.

Nyoman Jayaprana tumbuh besar, dalam usianya yang baru 12 tahun, sudah terlihat parasnya yang rupawan dan senyumnya yang manis. Suatu hari raja menitahkan agar Jayaprana memilih salah satu dayang-dayang ataupun gadis di luar istana untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Walaupun dia belum ada niat untuk mencari istri karena masih kanak-kanak, namun dia tidak kuasa menolak.

Pada akhirnya Jayaprana menemukan tambatan hatinya seorang gadis jelita bernama Ni Layon Sari putri dari Jero Bendesa dar Banjar Sekar. Menerima laporan dari Jayaprana, sang raja menulis sepucuk surat kepada Jero Bendesa, dan Bendesa setuju. Dipilihlah hari Selas Legi Kuningan melangsukan upacara pernikahaan mereka. Pada saat menghadap raja, mereka menyembah dengan hormat kepada Sri Baginda Raja, raja terdiam seribu bahasa dan terpesona melihat kecantikan Ni Layonsari.

Setelah acar pernikahan mereka selesai dan kedua sejoli kembali ke rumahnya. Sang raja mengumpulkan semua abdinya meminta pertimbangan untuk memisahkan pasangan tersebut agar Nilayonsari bisa menjadi istrinya, dikatakan kalau tidak, maka raja bisa mangkat karena dirundung kesediahan. Maka setelah berbagai saran dan pertimbangan, maka raja mengeluarkan titah agar Jayaprana pergi ke Celuk Terima untuk menyelidiki perahu yang hancur karena perompak.

Melalui titah raja tersebut, walaupun baru 7 hari bulan madu, Jayaprana tidak bisa menolak, walaupun tidak disetujui istrinya, karena dia sangat mencintai suami, apalagi ada pirasat buruk hadir dalam mimpi sang istri. Akhirnya istrinya hanya bisa pasrah dan berdoa agar suaminya selamat menuanikan tugas raja tersebut. Dalam perjalanan dengan rombongan Jayaprana sering mendapat pirasat buruk dan tahu kalau dirinya akan dibinasakan.

Jayaprana & Layonsari Love Story - Palm Living

Setelah tiba di hutan Teluk Terima, patih Saunggaling menyerahkan sepucuk surat, yang isinya dia harus dibunuh dan istrinya menjadi milik raja. Membaca surat tersebut Jayaprana menangis tersedu-sedu sambil memohon, namun dia sadar karena ini adalah perintah raja dia tidak bisa menolak, apalagi merasa dipelihara dan dibesarkan raja, seraya mengucurkan airmata mempersilahkan I Saunggaling untuk membunuhnya.

Dengan sedihnya I Saunggaling menancapkan keris tersebut, darah menyembur dibarengi semerbak bau harum, serta ciri-ciri aneh di angjasa dan buni, seperti angin topan dan gempa bumi. Setelah mayat Jayaprana dikubur dan diyakini makam tersebut bisa kita temukan sampai sekarang di hutan Celuk Terima. Rombongan kembali pulang dengan perasaan sedih, diperjalanan banyak rombongan yang meninggal karena digigit ular dan diterkam harimau.

Kabar meninggalnya Jayaprana, sampai ditelinga istrinya Ni Layonsari, betapa sedih dan hancur perasaannya. Karena tidak tahan lagi dan merasa tidak ada gunanya hidup di dunia tanpa suami yang dicintai, akhirnya Layonsari pun menghunus keris, menghujamkan kedadanya, dia meninggal untuk mesatya mengikuti suaminya ke akhirat. Mengetahui Layonsari meninggal. Merasa ditinggal yang tercinta Layonsari, raja merasa sedih dan akhirnya bunuh diri juga.

Daya Tarik

10 Destinasi Wisata di Bali Barat Bikin Kangen Berat
Taman Nasional Bali Barat untuk Liburan Akhir Tahun - RedDoorz Blog

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali merupakan kisah percintaan yang berakhir tragis pasangan Nyoman Jayaprana dan Ni Layonsari. Kisah romantis yang melegenda ini seperti kisah Romeo – Juliet di Eropa dan Sampek – Engthai di Negeri China. Warga Hindu banyak datang ke sini untuk melakukan ziarah, bahkan tak jarang terlihat wisatawan datang untuk mengetahui lebih dekat mengenai keberadaan makam tersebut.

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali ini dibuatkan sebuah pura, berada di atas bukit, menyuguhkan pemandangan laut Teluk Terima, semilir angin yang berhembus antara pohon-pohon tropis membuat tubuh terasa segar, setelah berjalan ratusan meter dari jalan raya. Para pengunjung banyak berdatangan dengan tujuan melakukan persembahyangan pada saat bulan purnama, tilem (bulan mati) dan juga hari-hari besar lainnya.

Dengan adanya kisa legendaris tersebut dan adanya bukti makan yang berada di tengah hutan Teluk Terima, maka tempat ini menjadi tempat wisata ziarah bagi umat Hindu. Wafatnya abdi setia karena tipu muslihat dan diperdayai oleh rajanya sendiri, menjadi kisah menarik dan dikemas dalam paket teater drama dan juga sendratari, sangat dikenal karena kisahnya yang merakyat.

Pantangan Dan Doa Di Makam Jayaprana Buleleng

Kisah Cinta Jaya Prana dan Layon Sari Abadi di Hutan Teluk Terima -  Beritabali.com

Kisah dari Jayaprana dan Layonsari ini sangat diyakini oleh warga, sehingga sejumlah mitospun muncul, seperti mitos larangan melewati sepanjang jalan Makam Jayaprana yaitu jalur Gilimanuk – Singaraja.

Jika seseorang ingin melakukan iring-iringan atau prosesi pernikahan, karena ada keyakinan kedua sejoli yang meninggal tragis tersebut merasa iri dengan pasangan yang sedang melakukan pernikahan, untuk itulah dicarikan ke alternatif jalan lain.

Dan jika tidak ada alternatif lain, dan harus melintasi jalan sepanjang pura, maka dalam perjalanan kedua mempelai harus dipisahkan tidak berada dalam satu mobil dan ini diyakini cara itu bisa mengelabui. Sampai saat inipun mitos tersebut masih dipercaya oleh warga.

Selain ada larangan tersebut tentu juga ada doa-doa bagi orang-orang tertentu agar keinginannya terkabul, bahkan dengan tujuan tersebut, pengunjung dari luar Balipun datang ke Makam atau Pura Jayaprana ini.

Mereka yang datang ke sinipun dengan aneka macam tujuan, diantaranya; doa untuk agar diberikan jodoh, banyak muda-mudi yang datang memanjatkan rasa bakti dan mengharap agar cepat dapat jodoh sedangkan bagi pasangan kekasih mohon agar cinta mereka terjalin abadi.

Di Makam Jayaprana ini diyakini juga bisa sebagai tempat memohon agar bisnis atau usaha dilancarkan dan sukses sehingga banyak wiraswasta datang ke sini dan memohon agar dikaruniai anak karena disini diyakini berstana Dewa atau Dewi Kesuburan sehingga pasangan suami istri yang masih juga belum punya keturunan tidak ada salahnya untuk mencobanya.

Fasilitas

Makam Jayaprana Mengenang Kisah Cinta Mistis yang Melegenda - Bali

Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali bisa dibilang sebuah Wisata Sejarah yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :

– Area Parkir kendaraan

– Tempat IBadah Umat Hindu

– Kamar mandi / MCK

– Tempat Istirahat

– Rumah Makan

– dan masih banyak lainnya

Saran dan Tips

Berkunjung ke makam Jayaprana, kamu bisa mengenang bagaimana kesetiaan seorang istri seperti Layonsari, rela mesatya dan ikut mati bersama karena cinta, sebuah kesetiaan yang luar biasa. Saran dan tips sebelum menuju ke tempat Objek Wisata Makam Jayaprana dan Layonsari di Gerokgak Buleleng Bali , yaitu pantaulah cuacanya terlebih dahulu supaya tidak menghalangi liburannya.

Kamu perlu mempersiapkan keperluan seperti membawa bekal, air minum dan lainnya. Serta beberapa barang tambahan seperti kamera karena anda pasti ingin mengabadikan moment bersama keluarga ataupun teman – teman kamu.

Jangan lupa bawa perlengkapan kesehatan (contohnya adalah sabun, tissue basah, obat-obatan, antiseptik). Siapkanlah fisik dan kendaraan anda supaya liburan anda berjalan dengan lancar. Jaga kondisi diri anda dan selalu berhati – hati.

Selamat Berwisata!

banner 468x60
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.