Singa Ambara Raja, Maskot Kota Singaraja

  • Share
singa ambara raja, maskot kota singaraja

Tugu Singa Ambara Raja yang berdiri tepat di depan Kantor Bupati Buleleng pada pertigaan Jalan Ngurah Rai, Jalan Pahlawan, dan Jalan Veteran menjadi maskot dan lambang dari Kota Singaraja. 

Patung ini berwujud binatang mitologi singa bersayap. Tugu ini menghadap arah pantai Utara Buleleng, membuat Singa terbang ini siap-siap melayang.

Sejarah Pembangunan

Singaraja Bnews – Keberadaan tugu Singa Ambara Raja telah dipersiapkan sejak tahun 1968, saat itu, Bupati Buleleng Hartawan Mataram, pada Jumat 16 Februari 1968 membentuk satu kepanitiaan untuk meneliti dan menggali sejarah lahirnya Kota Singaraja dan Lambang Daerah Kabupaten Buleleng. Salah satu hasil kajian itu direkomendasikan dan dijabarkan dalam rencana pembuatan monumen yang sekaligus sebagai lambang Kabupaten Buleleng yang saat itu belum memiliki lambang secara resmi.

Tim kajian sejarah diketuai langsung oleh Hartawan Mataram bersama Ketua Harian Made Gelgel serta penulis Sudjadi dan juga budayawan pembaca lontar dan prasasti Ketut Ginarsa, sepakat untuk merumuskan tahun berdirinya Kota Singaraja, beserta lambangnya disesuaikan dengan karakter, sejarah dan tipologi Buleleng.

Garuda terbang ini secara filosofis dan sosiologis dianggap mampu menyerap karakter Buleleng yang cenderung blak-blakan, sedikit keras, kreatif, inovatif, visioner, mampu beradaptasi dengan situasi, cerdas dan memiliki karakter khas budaya Bali Utara.

Rumusan dan patung ini juga diharapkan jadi cerminan dan penggugah semangat keberanian terbang sendiri, sebuah lambang yang kini diwarisi yang menyimbolkan semangat pendiri Kerajaan Buleleng, Ki Barak Panji Sakti yang berani dan mandiri membangun kerajaan sendiri, keluar dari kungkungan kerajaan Gelgel dan pusat pemerintahan Bali Selatan.

Setelah Tim Peneliti melakukan tugasnya, Bupati Hartawan Mataram kala itu langsung membentuk Panitia Perencana Pembangunan Lambang Kota Singaraja yang langsung dipimpin sendiri, dan menunjuk Ketua Harian Gede Putu Rijasa, Wakil Ketua Nyoman Oka Api dan Sekretaris Putu Kasta. Sebagai pelaksana pembangunan fisik ditunjuk Rokhim B.A.E, seorang seniman Subroto dibantu oleh salah satu undagi terbaik Buleleng ketika itu Made Rudita.

Dalam proses kelanjutan itu, Panitia yang dibentuk Bupati Buleleng Hartawan Mataram langsung merancang wujud sebuah monumen yang merupakan simbol bagi masyarakat Bali Utara dan sekaligus menjadi ciri masyarakat Buleleng. Monumen itu pun kemudian dikonsep dengan memadukan lambang-lambang secara kedaerah dan nasional. Disepakati dengan berbagai pertimbangan, monumen ini dibangun di lokasi yang strategis di depan Kantor Bupati Buleleng yaitu di persimpangan Jalan Veteran, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai Singaraja. Lokasi ini masuk dalam wilayah Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng.

Pada pertengahan tahun 1971, sekitar tiga tahun semenjak proses awal, patung Singa Ambara Raja telah rampung sehingga tepat Hari Minggu, 5 September 1971, Monumen Singa Ambara Raja diplaspas dan diresmikan oleh Bupati Buleleng Hartawan Mataram kala itu dan sampai kini berdiri sebagai maskot kota dan kabupaten Buleleng.

Baca juga: Obyek Wisata Pelabuhan Buleleng

Makna dari Bagian-bagian pada Singa Ambara Raja

Secara garis besar, Tugu Singa Ambara Raja yang  berbentuk Singa bersayap itu kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Buleleng, tanggal 25 April 1968 Nomor: 11/DPRD-GR/PER/29 dan disahkan oleh Mendagri dengan Surat Keputusan tanggal 19 November 1968 No. Pemda 10/29/35-323, memiliki sejumlah makna yaitu:

Dalam Arti Nasional
  1. Bangunan Tugu atau Yupa berdasarkan segi lima : melambangkan dasar falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.
  2. Singa Ambara, bersayap tujuh belas helai : melambangkan tanggal atau hari Proklamasi yaitu tanggal 17.
  3. Buleleng atau jagung dengan daun delapan helai : melambangkan bulan yang ke delapan yaitu Agustus.
  4. Butir-butir Buleleng atau Jagung Gembal berjumlah empat puluh lima butir : melambangkan tahun Proklamasi yaitu tahun 1945.
  5. Dari No. 1 sampai 4 jika dirangkaikan melambangkan jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila.
Dalam Arti Daerah
  1. Yupa Padmasana yang berbentuk segi lima : melambangkan falsafah negara RI yaitu Pancasila.
  2. Arca Singa-Raja yang bersayap : sebagai lambang nama kota Daerah Kabupaten Buleleng yang terbentang dari Timur ke Barat
  3. Buleleng atau Jagung Gembal yang dipegang tangan kanan singa itu : melambangkan nama Daerah Kabupaten yaitu : Buleleng yang dipegang oleh Kota Singaraja.
  4. Moto “Singa Ambara Raja” : melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat Buleleng.
  5. Sembilan helai Kelopak Bunga Teratai : melambangkan sembilan kecamatan yang ada di Daerah Tingkat II Buleleng.
  6. Tiga Ekor Gajah Mina : melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepandaian rakyat Buleleng.
  7. Tiga buah permata yang memancar berkilau-kilauan : melambangkan kewaspadaan dan kesiap siagaan rakyat Buleleng.
  8. Jumlah bulu sayap yang besar dan yang kecil tiga puluh helai yaitu : sayap jajaran yang pertama banyaknya 5 helai, kedua banyaknya 7 helai, ketiga banyaknya 8 helai dan sayap jajaran yang keempat banyaknya 10 helai. Melambangkan tanggal atau hari lahirnya kota Singaraja.
  9. Tiga puluh tulang pemegang bulu sayap : melambangkan bulan yang ketiga atau bulan Maret yaitu bulan lahirnya kota singaraja.
  10. Rambut, bulu gembal, bulu ekor Singa yang panjang-panjang jumlah seribu enam ratus empat helai : melambangkan tahun lahirnya kota Singaraja.
  11. Dari No. 8 sampai 10 jika dirangkaikan melambangkan tanggal 30 Maret 1604 hari lahirnya Kota Singaraja.
Lambang Singa Ambara Raja bentuk Panji/Logo
  1. Warna dasar biru cemerlang: melambangkan warna pikiran yang taat, cinta, dan berbakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa
  2. Singa Ambara atau Singa Bersayap berwarna merah hidup : melambangkan warna pikiran yang bersemangat dalam keperwiraan.
  3. Warna putih bersih : merupakan simbul hati nurani yang sangat bersih dan jujur.
  4. Warna hitam adalah : lambang kemarahan dan siap maju bila diganggu.
  5. Motto “Singa Ambara Raja”: melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat kabupaten buleleng
banner 468x60
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.